Bab 1 Air mata Putri
Namanya Putri, Putri tinggal bersama tentenya dan sepupunya yang jahat Putri tidak pernah menemukan kasih sayang orang tua nya bahkan melihatnya pun tidak pernah, sejak kecil Tantenya lah yang membesarkan dan merawatnya.
Bunyi alarm jam 5 pagi, Putri langsung terbangun dari tidurnya. Lalu Putri membereskan tempat tidurnya setelah selesai Putri langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci lalu menyiapkan sarapan untuk Tante Sarah dan sepupunya Riska. setelah selesai mencuci, Putri segera mandi Dan siap siap untuk berangkat kerja,,,
"allahamdulillah semuanya sudah selesai." Ujar Putri dalam hati dengan perasaan yang sangat senang.
"sekarang tinggal siap-siap untuk berangkat kerja." kata Putri lagi pada diri sendiri. sesampainya ditempat kerja Putri, Putri langsung masuk dan ketemu sama
sahabatnya.
"Selamat pagi Nina?" sapa Putri.
"Pagi juga Putri?" jawab Nina.
Nina dan putri langsung menuju ke kasir, Karena mereka berdua berkerja dibagian
kasir. Mereka berdua juga bersahabat sejak SMA jadi mereka kerja bareng tanpa canggung dan selalu saling membantu.
"Permisi?" panggil seorang pelanggan.
"lya Pak,ada yang bisa Saya bantu?" tanya
Putri pada pelanggan tersebut.
"Bapak, mau pesan Sosis jumbo dua sama minuman sodanya dua ya Nak" jawab Bapak pembeli.
"lya pak, mohon ditunggu pesanannya
ya Pak!" Jawab putri dengan senyum
manisnya. setelah 15 menit kemudian.
"Ini Pak, pesanan Bapak udah selesai" kata Putri memberikan pesanannya.
"lya nak terimakasih ya" kata Bapak
pembeli sambil memberikan uang yang
harus dibayar. Antrian pelanggan mulai rame karena jam sudah menunjukkan jam istirahat orang kerja, setelah beberapa saat kemudian semuanya sudah terlayani dengan baik. Setelah pelanggan mulai sepi Nina, Putri dan pekerja lainnya makan bersama sebelum pulang kerja.
jam menunjukkan pukul 7 malam yang
menunjukkan sudah waktunya pulang
kerja. Sesampainya di rumah, tiba-tiba Tante Sarah menjambak rambut putri dengan keras sampai merasa kesakitan dan menangis.
"Tante Putri salah apa?" tanya Putri
dengan isak tangis.
"Kamu bilang apa salah Kamu? Kamu tau
ini udah tanggal berapa? tapi Kamu belum
memberikan uang belanja untuk tante dan uang semesteran buat Riska!" jawab Tante Sarah dengan sangat marah.
"Ma..maaf Tan maafin Putri!! Putri belum
gajian , tabungan Putri mau buat bayar
kuliah Putri" jawab Putri sambil menangis.
"berikan tabunganmu pada Tante atau Tante tidak akan mengampunimu" ucap Tante Sarah sambil mendorong Putri ketembok.
"aduh sakit sekali" rintih Putri.
"lya, Saya ambilkan dulu uangnya" jawab Putri sambil menangis.
5 menit kemudian.
"ini uangnya" kata Putri sambil menyerahkan uang tabungan kuliahnya
yang berjumlah 5 juta kepada Tantenya.
"Mulai sekarang Kamu tidak usah lanjutkan kuliahmu lagi!! biar Riska yang kuliah. kamu mengerti?" suruh Tantenya.
"Tapi Tante","masuklah ke
kamarmu!! tapi sebelum tidur gosok pakaian dulu" suruh tante Sarah dengan nada ketus.
"Baik Tante" jawab Putri pelan.
"Putri pergi meninggalkan Tantenya dan
Riska, sesampainya dikamar Putri menangis tersedu-sedu. seandainya Orangtuaku masih ada pasti Aku tidak akan menderita seperti ini, ayah, ibu, Aku tidak pernah melihat seperti apa wajah kalian tapi Aku yakin kalian adalah orang-orang yang baik dan penyayang" kata Putri dalam hati. "aku tidak boleh sedih, sebaiknya aku mandi." kata Putri lagi. Selesai mandi Putri langsung melaksanakan sholat isya, selesai sholat Putri tidak lupa melakukan tugas yang diberikan Tantenya untuk menggosok baju,
"kruyu...kruyuk" perut Putri berbunyi.
"lapar sekali" kata Putri, lalupergi ke dapur. sesampainya di dapur hanya ada makanan sisa. "Makanlah makanan sisa itu anak bodoh" kata Tantenya yang tiba-tiba datang.
"Baik Tante, terimakasih."jawab Putri, sambil
mengucapkan allahamdulillah masih bisa
makan daripada nanti Aku sakit kalau tidak
makan, gerutu Putri bicara sendiri.
Putri memakan makanan sisa yang diberikan oleh Tantenya.
"tidak apa-apa makan makanan sisa
daripada Aku sakit nanti Aku tidak bisa
kerja dan Tante akan semakin menyiksaku" gumam Putri, yang saat ini merasa sangat sedih.
Dikamar Putri.
"Mungkin mulai besok Aku tidak bisa
melanjutkan kuliahku lagi, sudahlah lupakan cita-citaku untuk menjadi guru itu!" Putri berkata dengan dirinya sendiri. sambil merebahkan tubuhnya ke kasur karena kelelahannya.
Bersambung....
Komentar
Posting Komentar