Bab 5 PUTRI dan SENNA
Putri terbangun ketika jam menunjukkan pukul 12.43 wib. Dia begitu terkejut. Seharusnya dia masuk kerja jam 07.00 wib. Putri segera melihat ponselnya. Pantas saja dia tidak mendengar suara alarm, ternyata ponselnya dalam kondisi off.
Putri segera mencharge ponselnya,
menunggu beberapa saat sebelum
menghidupkannya. Ada begitu banyak
panggilan telepon dari Nina. Ada
puluhan pesan yang isinya, menanyakan dimana dan kenapa dia tidak masuk.
boss Senna juga menanyakan dan mencari nya. Putri lalu menghubungi nomor Nina, pada deringan pertama Nina langsung mengangkatnya.
"Put kamu kenapa tidak masuk?! Apa kamu sakit?! Atau kamu dimarahin sama nenek sihir lagi" tanya Nina
"Aku tidak apa-apa hanya sedikit tidak enak badan saja" jawab Putri
"Kamu dimana sekarang? Kok boss Senna nyariin kamu?!"
DEG
Putri merasa tubuhnya menjadi kaku.
Kenapa boss Senna mencarinya? Apa untuk mengancamnya agar tidak membuka mulut? Sebelum dia sempat berpikir lebih jauh, terdengar suara ketukan di pintu kamarnya.
Tok.Tok...Tok..
Putri membuka pintu kamarnya,
"Ibu..!!!" ujar Putri
"Apa Ibu mengagetkan mu nak" ujar Bu Yanti
"Enggak kok Bu, ada apa, kenapa tidak langsung masuk aja Bu" tanya Putri
"Ada yang nyariin kamu tuh di depan" jawab Bu Yanti
"Siapa Bu !?" Tanya Putri dengan kebingungan lalu beranjak menuju ruang tamu,
Putri begitu terkejut. Tanpa disadarinya
tubuhnya bergetar. Mengingat apa
yang dilakukan laki-laki itu kepadanya
Yang sebelumnya membuatnya ketakutan, dan sekarang dia dihadapan dan bertemu kembali dengan laki-laki itu lagi?
"Aa...ada perlu apa ya Pak?" Tanya Putri
"Bisa kita bicara di tempat lain" jawab Pak Senna
"Ka...kalau Sa..Saya menolak untuk
bertemu?" Putri memberanikan diri untuk
Menolak nya.
"Maka saya tidak punya pilihan selain
memaksa Anda. Untuk itu, lebih baik Anda
menurut saja." Ujar Pak Senna mengancam, akhirnya Putri menuruti kemauannya. Mereka pun berpamitan dengan Bu Yanti dan malangkah memasuki mobil boss Senna. Di dalam mobil dia melirik wajah boss Senna yang telah memperkosanya . Tubuh
Putri kembali bergetar. Dia begitu takut
dengan laki-laki itu. Dia takut kejadian
semalam akan terulang lagi. Dan mobil pun melaju hanya ada keheningan. Putri memegang tangannya dengan erat, berusaha untuk menghentikkan tangannya yang gemetaran. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya,
padahal suhu di dalam mobil sangat dingin. Dia menunduk, tidak berani memandang laki-laki disebelahnya lagi.
Hampir setengah jam mobil itu melaju
sebelum akhirnya berhenti di sebuah
restoran mewah. Pak Senna lalu
membukakan pintu untuk Putri,
kemudian mereka berjalan masuk kedalam restoran, Restoran itu merupakan Restoran milik Senna yang ke 7 Senna sengaja membawa Putri karena di restoran ini setiap pengunjung dibebaskan untuk memilih ruangan private yang akan digunakan untuk penyajian makanan mereka. Setelah melewati lorong-lorong yang terasa panjang, akhirnya tibalah mereka diruangan yang dipilih.
"Silahkan duduk, mau pesan makanan" ujar pak Senna
Putri hanya menundukkan kepalanya terdiam dengan tubuh yang masih gemetaran,
Senna tahu bahwa Putri masih ketakutan atas perlakuan nya malam itu, lalu Senna menyodorkan surat perjanjian kepada Putri.
"Silakan Anda baca terlebih dahulu." Ujar Senna menyerahkan map hujau yang di dalamnya berisi beberapa lembar kertas. Dengan ragu-ragu Putri membaca surat itu.
"bila saya tanda tangani ini, Restoran ini menjadi milik saya?"Putri terkejut atas apa yang dia baca dalam lembar kertas itu Dia benar-benar tidak menyangka dengan
Apa dilihatnya,
"Kamu bisa memiliki restoran ini jika kamu menyetujuinya" ujar Pak Senna
"Saya tidak membutuhkannya."jawab Putri
"Kamu harus mengambilnya. Ini dana
kompensasi yang harus kamu terima karena telah menandatangani surat perjanjian ini." Ujar Senna lagi
"Ta...Tapi Saya benar-benar tidak
membutuhkannya.." Putri tetap
bersikukuh. Akhirnya Senna pun memberikan sebuah kunci brangkas, yang berisikan dokumen kepemilikan, dan juga uang jika Putri berubah pikiran. Lalu Senna berdiri dan beranjak pergi meninggalkan Putri untuk mengambil makanan.Putri menatap kunci yang diberikan oleh
boss Senna kepadanya, dipikirannya masih ketakutan atas kejadian malam itu,,
"mama, papa,. kenapa nasib Putri seperti ini kenapa Putri harus bertemu dengan
orang seperti boss Senna" ujar Putri
dalam hati dan air matanya menetes
boss Senna yang melihat Putri menangis
membuatnya menjadi lebih kesal
"ahhkk kenapa wanita itu malah menangis?
apa yang aku berikan kepadanya kurang?
apa aku harus menikahi nya? tidak,, itu
tidak mungkin terjadi,, ibuku bisa marah
apalagi aku sudah mempunyai istri"
Komentar
Posting Komentar